Cerita Anak 1

DURIAN DAN AYAM GORENG

Karya: Ajeng Dinar Wisesa Wardhani

Hari ini Irma berangkat ke sekolahnya tidak bersama kakaknya Rizal, karena hari ini ia masuk siang, meski begitu Irma sangat gembira, sepertinya ia tak sabar untuk segera tiba di sekolah. Wajahnya yang imut membuat orang-orang yang melihatnya ingin mencolek bahkan mencubit pipinya.

Dalam perjalanan menuju ke sekolah, tepatnya di gang Haji Otong, kira-kira 200 meter dari SD Negeri tempat Irma sekolah, ia bertemu dengan Bu Rina, teman ibunya dan menyapanya.

Setibanya di sekolah, walaupun belum memasuki pintu gerbang sekolah, Irma sudah disambut oleh teman-teman akrabnya, yaitu Dian, Tina, dan Rini. “ Irmaaaa…!” Teriak mereka menyambut kedatangan Irma. Mereka berempat pun asyik dalam keceriaan anak-anak seusia mereka.

Tak terasa bel sekolah berbunyi kencang, tanda sekolah sudah masuk. Merekapun berlari menuju kelas masing-masing. Setelah berdoa dan memberi salam, Irma dengan semangatnya mencari kartu SPPnya. Ia sangat bersemangat sekolah hari ini memang karena kartu SPP tersebut. Tiba-tiba wajah Irma pucat, jantungnya pun mulai berdetak kencang sekali, ia tak menemukan kartu SPP yang terdapat uang didalamnya. Peluhnya mengalir deras dari kepala mengalir ke pelipisnya melewati pipi dan tiba di lehernya. Suhu tubuhnya panas dingin, otomatis hari ini ia tak mampu berkonsentrasi pada pelajaran yang diberikan oleh guru. Pikirannya hanya tertuju  pada kartu SPPnya yang hilang.

Pukul 10.00 bel sekolah berdentang kencang, tanda pelajaran telah berakhir untuk kelas 1, Irma bergegas pulang karena ingin menceritakan hal itu ke abangnya di rumah. Setiba di  rumahnya, Irma mencari abangnya yang paling akrab dengannya karena selalu berangkat sekolah bersama-sama yaitu bang Rizal.

“Bang Rizal!..Bang Rizal!…Bang Rizal! Bang Rizal mana sih ?” Gerutu Irma

Tidak lama kemudian Rizal pun menghampiri Irma. “Ada apa sih dipanggil-panggil?” Tanya Rizal heran.

“Sini bang!?!” Irma tengak-tengok ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa tidak ada yang mendengar pecakapan mereka.

“Ada apa?” Tanya Rizal  dengan mengerutkan alisnya.

“Kartu bayaran Irma Ilang….” Irma menjawab pertanyaan abangnya dengan suara yang amat pelan.

“Waduh!!…Kok bisa? Emang tadi ilang dimana?”

“Hari ini aku bawa majalah anak, SPPnya aku selipkan di majalah itu. Majalahnya tidak dimasukkan ke dalam tas.”

“Wah …mungkin bisa jadi tuh kartu jatuh di jalanan.” Kata Rizal.

“Tadi berangkat ke sekolah lewat gang Haji Otong atau lewat gang Mandor Jaun?” Interogasi Rizal.

“Lewat gang Haji Otong….” Jawab Irma.

“Ayo..sekarang kita cari kartu SPP kamu di sepanjang jalan gang Haji Otong, mumpung belum siang neh!”ajak Rizal

Irma dan Rizal bergegas keluar rumah, menyusuri gang Haji Otong. Irma dan abangnya mulai mencari kartu SPP yang hilang, Kepala mereka tertunduk dengan kedua mata yang menyorot dengan seksama agar tidak semeterpun jalan yang mereka lewati tanpa terkena sorotan mata mereka. Tibalah mereka di penghujung gang Haji Otong yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat mereka bersekolah, karena belum menemukan kartu SPP tersebut, mereka pun meneliti saluran air limbah rumah tangga di sepanjang gang Haji Otong. Tetapi tampaknya usaha yang dilakukan mereka sia-sia. Mereka pun memutuskan untuk pulang.

Tiba di rumah, Rizal membuka pintu rumah yang ternyata tidak dikunci. Baru beberapa sentimeter daun pintu terbuka, aroma ayam goreng dan buah durian tercium kuat. Irma dan Rizal pun saling melempar senyum satu sama lain, lalu mereka berlari menuju dapur.

“Mah…kok masak ayam goreng? Kok ada durian?” Interogasi Irma pada mamanya.

“Abah tadi dipanggil Pak Yusuf, koordinator gedung perkantoran di depan mall, disuruh benerin listrik.” Jawab mama mereka.

“Asyik!!…Berarti punya uang dong?! Kan abah kalo lagi punya uang, pasti kita masak ayam goreng dan beli duren…juga biasanya jadi baek banget.” Irma membuat kesimpulan yang membuat mamanya tersenyum tipis.

Irma menghampiri abahnya dan menceritakan kejadian hilangnya SPP Irma. Abah tidak marah, bahkan besok akan ke sekolah untuk melunasi SPP Irma.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu tiga kali yang diiringi ucapan salam. Tanpa disuruh, Rizal membukakan pintu ” Eh Bu Rina! Mau ketemu mama?” Tanya Rizal sambil menjabat tangan bu Rina.

“Eh gak usah Zal, ini…tolong kasih Irma. Tadi pagi di gang Haji Otong ibu ketemu orang yang sedang kebingungan karena die nemuin kartu SPP ame duit di dalamnye. Takut di sangke maling kali ye…jadi die nyerahin ke ibu. Ibu liat namenya Irma Maharani, karena buru-buru mo kasih sayur lontong  buat si Ipeh anak ibu, jadi ibu kaga nyusul si Irma…ntar aje deh ibu kerumahnya. ” Jelas Bu Rina panjang lebar .

“Oh iya Bu Rina. Terima kasih banyak. Ntar Rizal kasih ke Irma”

“Ibu pulang dulu ye,  tadi ke sininya ibu lagi masak, ntar gosong lagi.”

Setelah menutup dan mengunci pintu, rizal berteriak memanggil adiknya. “Irma…Irmaaaa, sini deh!..Mau nggak? Ada hadiah neh!”

Irma pun berlari ke ruang tamu, menghampiri Rizal. “Apaan Bang Rizal? Mana hadiahnya?”

“Tam..tam…taram!!” Balas Rizal dengan menunjukkan kartu SPP yang ia sembunyikan di balik punggungnya.

“Hah!!! Dari mana bang?”

“Tadi Bu Rina ke sini, katanya ada orang yang nemuin kartu SPP ini, orang itu ngasih ke Bu Rina.” Kata Rizal

“Hore!!! Akhirnya ketemu!” Teriak Irma gembira. Merekapun berlari ke samping rumah tempat Abah mereka berada, yang sedang memberi pelet pada ikan lelenya.

“Abah…Abah..!!” Teriak Rizal dan Irma. Irma dan Rizal menjelaskan keberadaan kartu tersebut kepada abah mereka. Mereka tertawa bahagia.

“Sungguh unik kejadian hari ini.” Gumam abah.

Kebahagian mereka terasa lengkap dengan kehadiran buah durian dan ayam goreng, tersaji di meja makan. Merekapun menyantapnya bersama-sama dalam suasana gembira dan penuh rasa syukur.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Anak 1

  1. iwan berkata:

    Wah…inget jaman skolah dulu,pernah kehilangan SPP. Rasanya panik bgt.nice story

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s