Cerita Anak 2

PUTRI DUYUNG MAKAN SOMAY

Karya: Ajeng Dinar Wisesa Wardhani

Manda berlari secepat kilat menghindar kejaran Sang  Hiu, nafasnya terengah-engah, jantung nya serasa mau copot. ”cepat ke sini!, kita bersembunyi di balik batu karang ini!” teriak ikan barakuda yang mulutnya sangat panjang, dengan suara yang sangat kencang. ”ini laut! Kau tak kan bisa menghindar kejaran Hiu hanya dengan berlari. Kau harus berenang seperti kami!.”teriak ikan yang berwarna kuning, dari tampangnya seperti ikan dalam film layar lebar  finding nemo. “Hai manusia cilik! Berenanglah dengan lihai! Kau akan dimangsa Hiu!.”Ikan Barakuda mengingatkan. Manda masih bingung, bagaimana caranya berenang, karena tiba-tiba kaki dan tangannya, tidak bisa diajak kompak untuk berenang.

“whoa!…whoa!…Whoa!…aku lapar!.”suara ikan Hiu terdengar mulai jelas dari kejauhan.Hal itu membuat Manda dan kawananan ikan laut yang dikejar Sang Hiu semakin ketakutan dan mempercepat renangnya, masing-masing berusaha mencari tempat sembunyi yang dianggap paling aman.  Manda masih saja berlari, karena ia tak sanggup berenang, tubuhnya terasa kaku karena ketakutan dan bingung. Mata Manda melihat ke kiri dan ke kanan, jantung Manda berdegap kencang sekali, ia benar-benar ketakutan, tak terasa suara sang Hiu semakin terasa keras dan jelas

Manda membalikkan badannya ke belakang, ternyata Hiu tersebut sudah berada tak jauh darinya. ”Whoa!…Whoa!…Whoa!…di mana kalian sembunyi? Hai ikan-ikan yang lucu!…percuma saja kalian sembunyi! aku akan memakan kalian semua!..ha…ha…ha..!.”teriak Sang Hiu mengancam.

Wajah Manda pucat pasi, ia bukannya bersembunyi seperti kawanan ikan-ikan laut lainnya, ia malah diam terpaku. ya…Manda diam terpaku karena tak bisa berenang. Mata Sang Hiu sangat  waspada dan cermat, dalam memburu mangsa, namun ia tak melihat ikan seekor pun, tapi ia melihat Manda yang berada tak jauh darinya.

“Whoa…ha..ha…tak apa! Tak ada ikan, manusia pun jadi…ha…ha..ha….”kata sang hiu , menatap Manda dengan amat seram dan senang.

“ja…ja…jangan…aku bukan makananmu!…aku tak enak!.”Bujuk Manda ketakutan

“Whoa…ha…ha…sepertinya kau enak sekali.”Kata sang Hiu yang mulai menghampiri Manda

Manda mundur, ia tengok ke kanan dan ke kiri, berharap ada ikan yang menolongnya, tapi sia-sia, karena tak satupun batang hidung kawanan ikan yang tadi berlari bersamanya kelihatan dari persembunyian mereka. Semua ikan yang dikejar ikan Hiu, berenang sangat lihai  dan kencang, mereka ketakutan akan kekejaman Sang Hiu.

“ Tolong!…Tolong!…Tolong aku!.”teriak Manda dengan suara melengking.

“Teriaklah minta tolong sekencang-kencangnya!  whoa…ha…ha!.”kata Sang Hiu

Sang Hiu, mulai menghampiri Manda dengan perlahan, Manda ikut mundur perlahan pula. Hal itu membuat sang Hiu geram, ia mulai membuka mulutnya seperti hendak melahap makanan yang lezat, dan mendekati Manda dengan sangat cepat.  Tiba-tiba……Happp!!!! Manda sudah berada di atas punggung putri duyung. Sang Hiu marah sekali, karena gagal melahap Manda. “HAAAA!…Awas kau putri duyung!” teriak Sang Hiu. Manda dibawa Putri  duyung dengan cepat, secepat kilat, sehingga ia selamat dari terkaman Sang hiu. Putri Duyung itu berwarna oranye keemasan. Manda duduk memeluk putri duyung tersebut dengan sangat erat.

Manda seperti terbang, namun bukan terbang di angkasa, tapi terbang dalam laut. Mereka melewati keindahan dasar laut.” Oh laut memang sangat indah.” gumam Manda.

“Kau harus hati-hati! Belajarlah berenang!.”Seru Putri Duyung

“Iya…terimakasih Putri Duyung, kau telah menolongku” jawab Manda

Karang demi karang dasar laut  mereka lewati dengan sangat senang hati. Dengan lihai dan sangat cepat Putri duyung menyelamatkan dirinya dari kejaran sang hiu, sehingga membuat sang Hiu kewalahan juga, dan memutuskan untuk mengurungkan niatnya mengejar Manda dan Putri Duyung.

“Coba kau lihat ke belakang kita, apakah “Hiu tersebut masih mengejar kita.” Tanya Putri Duyung pada Manda.

Manda menoleh ke belakang memastikan bahwa Sang Hiu memang tak lagi mengejarnya dan putri duyung.  “Ya tidak ada Hiu di belakang kita, ku pastkan hal itu benar.”

“ Syukurlah kalo begitu, aku lega sekali. Sekarang kau boleh turun” Kata Putri Duyung

Manda pun kemudian turun dari punggung Putri Duyung.    Wajahnya kini tak lagi pucat pasi, ia senang dan takjub dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Ketika Manda ingin mengajak berkenalan pada Putri Duyung itu, tiba-tiba Putri duyung tersebut berpaling darinya dan menghampiri Tukang Somay yang melintasi mereka, lalu  memanggil tukang Somay itu dan memesan Somay, serta memakannya dengan lahap. Manda memandang kejadian itu dengan perasaan sangat tidak percaya,”Aneh betul” Bisik Manda dalam hati.

Manda mencoba menghampiri Putri Duyung yang ketika itu sedang asyik menikmati  satu potong somay demi somay yang diberi bumbu kacang nan gurih namun sedikit pedas, hal itu dapat dilihat dari warna bumbu kacangnya yang agak sedikit kemerah-merahan akibat saus cabai. Dan….

“ Manda!…Manda!…Bangun sayang!.” Ucap Bunda Manda, sambil menepuk pelan tangan Manda.

“Putri Duyung!…Putri Duyung!.”Panggil Manda

“Manda…Manda…Bangun sayang!,ini Bunda sudah belikan Somay kesukaan kamu.” Tambah Ibu.

Manda terbangun dari tidurnya, tangannya menggenggam Buku Dongeng Putri Duyung dan Sang Hiu.

Ternyata petualangan yang baru saja ia alami hanya mimpi belaka.

“Maafkan Bunda ya sayang, atas kejadian tadi siang, Bunda terlalu memaksa Manda untuk ikut les renanag, tapi kalau Manda belum mau ikut les Renang, Bunda tidak akan memaksa,”kata Bunda Manda.

Manda memeluk Bundanya dengan erat, “Aku mau belajar renang Bunda, sehingga kalau nanti  aku dikejar Hiu, aku akan menghindarnya dengan cekatan, seperti Putri Duyung.”

Bunda heran dengan perkataan Manda, Bunda Manda pun melirik buku yang berada dalam genggaman putri kesayangannya itu, ia mulai mengerti bahwa Manda tadi bermimpi tentang Putri duyung dan Sang Hiu. “Iya sayang, kalau begitu besok Bunda akan mendaftarkan kamu les renang, ke Bu Sarah guru olah raga Manda di Sekolah.”

Manda mengangguk senang.Kemudian ia baru menyadari bahwa di depan meja belajarnya, ada dua piring Somay, somay itu kan kesukaan Manda. ”Asyik!…ada somay!.”teriak Manda

“Sekarang Manda cuci muka dulu, setelah itu kita makan somay ini bersama-sama.” Kata Bunda.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Anak 2

  1. syarif yunus berkata:

    Bagus Ajeng, kamu usahakan dalami terus cerita anak ini dgn gaya kamu sendiri. terus prioduksi cerita nanti kalo dah banyak bisa dibukukan
    selamat ber kreasi ya ! wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s