Cerita Anak 3

MALAM PIALA DUNIA BAGI HAFIDZ & THORIQ

Karya: Ajeng Dinar Wisesa Wardhani

Hampir semua iklan di televisi menceritakan tentang hal-hal yang berbau sepak bola, mulai iklan minuman soft drink, operator telepon selular, bahkan  sampai iklan susu bayi pun  menceritakan pertandingan sepak bola. Hal ini membuat penasaran Hafidz siswa kelas TK B dan kakaknya  yaitu Thoriq, siswa kelas 2 SD di kawasan Depok . Hingga suatu siang, ketika ayah mereka sedang membaca koran, kedua kakak beradik itu mendapat kesempatan bertanya pada ayah mereka, “Yah kok semua iklan-iklan di tivi sepak bola melulu?” Tanya Hafidz.

“Betul Yah…aku juga dari kemaren mau tanya sama Ayah, kenapa semuanya tentang sepak bola?”. Tanya Thoriq kemudian.

“Malahan di tivi ada bayi-bayi main sepak bola, lucu banget deh, popoknya kelihatan…ha..ha…ha…” tambah Hafidz , diiringi tawa ayah dan kakaknya.

“Iya…setiap empat tahun sekali, FIFA  atau persatuan sepak bola dunia mengadakan pertandingan sepak bola, dan hampir semua negara di dunia ini boleh ikutan tanding, hadiahnya  yaitu sebuah piala,  sebutannya piala dunia.” Jawab ayah .

“Negara? Oh negara itukan kaya Jepang, Amerika, Perancis, Korea,Indonesia,Malaysia. Betulkan Yah?”kata Hafidz

“Iya betul Fidz.” Thoriq membenarkan,” Berarti Indonesia ikutan juga dong yah?” Tanya Thoriq ingin tahu.

“Kebetulan Indonesia belum bisa ikutan, karena  Indonesia tidak lulus pada  seleksi awal”.

“Trus main bolanya dimana yah?” Tanya Thoriq ingin tahu

“Aku tahu!…pasti di Jepang! Kan kapten Tsubasa orang Jepang!”dengan sok tahu hafidz menjawab pertanyaan kakaknya.

Ayah tersenyum ingin tertawa  tapi ditahan, “Tahun ini pertandingan Piala dunianya di Afrika Selatan, kalo  di Jepang sudah , yaitu delapan tahun yang lalu”

Begitulah kejadian seminggu yang lalu, di ruang keluarga pada siang hari. Sehingga membuat Hafidz dan Thoriq  tak ketinggalan dengan perkembangan internasional, mereka selalu bertanya pada ayah dan ibu mereka perihal piala dunia, mereka sepertinya ingin tahu betul pertandingan yang sedang banyak dibicarakan di televisi. Bahkan di sekolah mereka pun kerap membicarakan piala dunia.

Hari Minggu, seperti biasa kedua kakak beradik ini punya kegiatan hiburan main Play                        Station atau kerap di sebut main PS, karena memang cuma hari inilah mereka dibolehkan main PS oleh kedua orang tua mereka. Tidak seperti biasanya,mereka main PS di rental PS dekat rumah mereka dan selalu ditemani ayah mereka.  Hari minggu ini paman mereka yang tinggal di Jakarta dan kebetulan memiliki PS, meminjamkan PSnya pada kedua kak beradik ini, karena paman mereka akan tamasya ke Bandung bersama anak dan istrinya untuk dua hari. Mereka pun sangat bahagia, atas izin kedua orang tua mereka, hari minggu ini mereka dibolehkan main PS sepuasnya, asal jangan lupa  mandi dan makan. Tak terasa mereka main dari jam sembilan pagi setelah sarapan, sampai jam tiga sore tak ada istirahatnya, kecuali jam makan siang, tanpa disuruh mereka sudah minta makan. Mereka main sudah terlalu lama, akhirnya ibu mereka mengingatkan mereka untuk istirahat dan mandi sore. PS pun dirapikan ibu, dan disimpannya agar tidak main lagi, mereka pun mandi sore dan  tertidur setelahnya karena kecapaian.

Malamnya setelah makan malam, Ayah melakukan aktivitas yang paling disukainya, yaitu nonton berita di televisi, tapi kali ini televisi tidak bisa dihidupkan seperti bisanya, Ayah pun panik. “ Bu…kenapa  televisi tidak bisa dihidupkan?”

Ibu pun menghampiri ayah dan memeriksa televisi, serta mencoba menhidupkannya, ternyata tidak bisa juga.” Mungkin televisi kita rusak karena dipakai main PS terlalu lama kali Yah, tivi kita kan tivi  lama.” Ibu mengambil kesimpulan.

Hal itu dibenarkan sang ayah,” Betul juga sih Bu, besok siang tolong antar ke pak Basuki ya Bu untuk diperbaiki.” Kemudian Ibu dan dibantu ayah merapikan televisi tersebut, membukusnya dengan kain agar besok mudah dibawa ke rumah Pak Basuki untuk diperbaiki.

Keesokan paginya ketika Hafidz dan Thoriq bersiap-siap untuk ke sekolah, mereka agak terkejut dengan apa yang mereka lihat, yaitu televisi dalam keadaan terbungkus kain. Serentak kedua kakak beradik itu bertanya pada orangtuanya, “Bu kenapa tivinya dibungkus kain?” Tanya Thoriq yang kemudian dibenarkan oleh Hafidz adiknya. Sang ibu pun menjawab tanpa menyalahkan kedua anaknya ” Iya sayang, televisinya rusak, mungkin karena kemarin kalian main PS terlalu lama, hari ini akan ibu bawa ke rumah Pak Basuki, untuk diperbaiki”.

“Berarti kita tidak bisa nonton malam piala dunia dong Bu?” Hafidz meyakinkan.

“Bukannya besok malam piala dunia sudah mulai?”Tanya Thoriq kemudian. ”Aku kan pengen tau.”Tambahnya

“Aku juga” sahut Hafidz.

“Ya sudah, jangan bersedih, tivi ini akan diperbaiki oleh Pak Basuki,  besok pagi juga sudah betul.”Ibu mencoba menghibur kedua buah hatinya tersebut.

Perkiraan ibu memang tepat sekali, keesokan harinya  tivi mereka yang rusak, setelah dibawa ke rumah pak Basuki menjadi sempurna kembali, seperti tak pernah rusak saja. Pak Basuki memang sangat handal dalam memperbaiki alat-alat elektronik.

Akhirnya kedua kakak beradik itu atas izin ayah dan ibunya menyaksikan pertandingan bola piala dunia, yang acaranya malam hari, mereka sangat gembira sekali, meskipun mereka tak nonton sampai selesai, karena  ketiduran di tengah acara pertandingan, di depan ruang televisi, sehingga ayah harus mengangkat mereka satu persatu untuk dipindahkan ke kamar tidur.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Anak 3

  1. RAMKUR berkata:

    INDONESIA MAH GA MASUK TORIIIIQ……BISANYA CUMA BERANTEM AJAH…HEHEHEH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s